Monday, October 11, 2010

Dream Catcher


Begitu ku-google image kata "dream", yang muncul adalah gambar-gambar absurd. Tapi kalo ditarik benang merahnya, kebanyakan gambar melibatkan langit, bintang-bintang, bulan, sayap, sungai panjang atau danau. Mungkin karena mimpi adalah sesuatu yang jauh untuk dijangkau (seperti langit), sesuatu yang indah dan berkilau (seperti bulan dan bintang), dan kita harus terbang tinggi (dengan sayap) untuk menggapainya. Mimpi penuh misteri (seperti sungai berliku) atau dalam menenangkan (seperti danau) namun airnya sama-sama menyejukkan hidup yang semakin mematahkan semangat.

I am a dreamer. Was, I guess.. 'Cos I realize this recent, the more I hit the reality, the more I give up my dreams, one by one. I'm too afraid to dream big.

Meanwhile, I found that I am now was a simple dream of a little town girl-me back then. I dreamt to be an independent woman, workin' in a big city.. and here I am!

Wish I met another you, a partner to dream big together... Or I have to learn to fly with these broken wings..

Tuesday, November 25, 2008

JUST...


Lama nggak 'terlibat' dengan seeorang, mulai berdatangannya undangan pernikahan disusul dengan kehilangan lagi satu teman, direnggut oleh perubahan status dari single menjadi married; membuat relationship-alert-ku semakin kenceng. But it's not about frustated atau seperti kebanyakan orang yang mengalami ini, jadi ngerasa diburu deadline untuk cepat-cepat menemukan seseorang, NO! Aku juga nggak mau kok kalo end up hanya dengan Mr. Why Not... Mungkin, ini lebih kepada... the idea: maybe now could be my time too...

Just...

When this someone-guy, Mr. Should Be Tried, datang dari masa lalu, aku nggak bisa membendung rasa excited-ku. Apalagi semua kejadian belakangan ini kok seperti pertanda ya? Tapi, yah... memang segala yang sempurna itu bisa jadi nggak berakhir seperti yang kita harapkan. Begitu kami bertemu... hm...

Just...

We got nothing in common! (What?! Again?! Mau berkilah lagi dengan alasan itu?! Atau jangan-jangan aku memang mulai alergi sama yang namanya komitmen, sampai-sampai begitu udah ditawarin di depan mata pun, masiiiih aja demanding?)

Hey! Hey! Tar dulu!

It's just...

He keep talking about how awful being the last single man-standing on his office; about those wedding invitations, or in the other words... "Honey, we've flirted on text messages, emails, and phones, so, let's get married!"

I was freak out!

Or was I?

Karena aku inget banget kok malem itu aku masih bicara dengan speed normal, instead of tiba-tiba bungkam atau bicara cepat kayak kalo biasanya aku nervous? Bahkan aku masih bersedia diantar pulang!

Just...

I realized, ternyata aku nggak segitunya menginginkan ini semua. Ketika bukan bersama orang yang benar-benar aku inginkan, what I felt at that nite is.. I never missed my single best friends that much...

Monday, November 17, 2008

TIGA CINTA


Seorang teman malam itu bercerita tentang temannya yang sedang bersedih karena terlambat bertemu sang kekasih hati. Ng... tepatnya, terlambat dipertemukan kembali. Setelah bertahun-tahun memendam perasaan yang mendalam, dipaksa menyerah oleh kenyataan kalau sang kekasih sudah bersama yang lain, di saat temannya temanku itu akhirnya menyerah pada takdir dengan menikahi Mr. Why Not... why does he appear now? Dengan status bebas, lagi! Apa maksudnya ini?

Temannya temanku bertanya pada temanku, what should I do? He's the love of my life... But i can't just leave, 'cause I got life now! Pasti pingin banget bisa menjadi egois di saat kita sedang ada di posisi itu.

Tapi temanku sebagai teman dengan tegas mengatakan, NO! Menerima konsekuensi dan bertanggung jawab dengan apa yang sudah dipilih, itu kan yang orang dewasa lakukan? Temanku juga sedikit menasihati, kalo aja kamu mau bersabar, you'd deserve him and he'd deserve you too... Kalimat yang pasti semakin membuat temannya temanku menyesal!

Aku menyela, memotong ceritanya, menyinggung kembali kenyataan bahwa seseorang mungkin aja menemui jodohnya dengan harus melewati jodoh yang lain dulu. Ada banyak contohnya kan? Menikah, bercerai, menikah lagi... Baru happily ever after. Mungkin aja temannya temanku salah satunya. Menyakitkan sih.. Tapi kalo harus begitu jalannya? Nggak semua orang beruntung melewati jalan normal untuk bisa bersama cinta sejatinya kan?

Tapi temanku kekeuh. Temannya temanku itu sudah memilih. Dia nggak bisa dong ninggalin suami & anak-anaknya cuma untuk memenuhi keinginan masa lalu yang sekarang ditawarkan di depan mata? Terus, kalo ternyata hidup setelahnya nggak sesuai dengan harapan, dia mencari lagi? Atau menyesali? Gitu?

Aku berpikir, ya mungkin begitu yang namanya hidup... Terus, terus dan terus mencari kebahagiaan. Kalau dalam pencariannya harus menyakiti, well..., people hurt... But people will smile again sooner or later, though..

Tapi tiba-tiba saja, jadi teringat perkataan seorang teman yang lain. Tentang tiga cinta, pilihan yang mungkin bisa diambil temannya temanku itu untuk lebih berbahagia.

"Lebih beruntung tentunya kalau kita end up dengan: cinta pertama untuk dikenang, cinta sejati yang tak mampu dimiliki dan tetap hidup di hati, dan cinta pasangan kita saat ini. Lebih baik punya 3 cinta daripada 1 kan?"

Iya yah... Jadi, sebenernya beruntung banget temannya temanku itu! Pasti dia punya cinta pertama dong? Punya suami yang mencintainya sekarang dan... punya cinta kekasih hati yang hanya dia, dia, dan Dia yang tahu... (dan temanku, dan aku juga; tentunya...)

Thursday, November 13, 2008

ANEH YANG INDAH


Kok pulangnya malem banget? Pulangnya sama siapa?


Aku tersenyum-senyum sendiri. Rasanya aneh ada yang bertanya kayak gini. Lebih aneh lagi reaksiku yang cuma senyum-senyum sendiri.

Malam itu aku nggak langsung membalas SMS-nya karena tiba-tiba seseorang datang mengajakku turun berdansa.

Aku berdansa, mengikuti dentum-dentum musik; bukan dari DJ yang memainkan turntable, tapi musik riang dalam hatiku. "Dum du di dam dam dam dam...", berbaur dengan rasa aneh yang masih membekas seusai membaca SMS itu.


After all this time... Ada yang complain aku pulang malam... Rasanya aneh. Aneh yang indah...

ARE YOU PERFECT?


Perfect is unperfect.
Ada seseorang yang udah dapetin semua yang dia mau, yang dia impikan, yang dia inginkan dalam hidup: cantik, kaya, pinter, suami setia, anak-anak lucu, pekerjaan asyik dengan gaji berlebih, mertua baik... Apa ada lagi yang lebih bagus dari itu?
Rasanya itu pertanyaan yang wajar terlontar.
Namun ternyata, setelah semuanya ada, justru hidup itu sendiri yang nggak ada. Being alive.
Nggak ada lagi harapan yang menunggu, nggak ada lagi tantangan, nggak ada lagi yang dikejar. Jadi, untuk apalagi hidup?
Makanya, si orang ini berselingkuh. Perbuatan yang memicu semua orang bertanya: KURANG APA SIH?!

Ada banyak orang yang merasa susaaaaah banget dapetin sesuatu yang dia mau, dia impikan, dia inginkan. Berasa hidup nggak lengkap walaupun yang lainnya udah didapat. Cantik, kaya, pinter, kerjaan bagus, suami ganteng dan setia... Tapi, untuk siapa sih harta kita kalo nggak ada anak? Bukannya kita kerja keras untuk masa depan anak-anak ya?
Cantik, kaya, pinter, karir oke, banyak teman... Tapi, belum juga punya pasangan. Berasa sepi di tengah keramaian nggak sih?
Kaya, karir oke, pinter, banyak temen, suami ganteng dan setia, anak-anak lucu, mertua baiiiiik banget, tapi... Gemuk! Nggak cantik! Ugh, rasanya pingiiin sekali bisa pake high waist yang keren itu!
Selaluuuu aja yang kurang dalam hidup!
But at least, orang-orang ini hidup, bukan? Nggak mesti menciptakan hidup (dengan berselingkuh, mungkin?)
Selama masih hidup, masih ada pengharapan dooong?
Ada yang dikejar: punya anak, cari pasangan, punya badan langsing, jadi kaya, berkarir setinggi langit...
Well, suddenly unperfect is perfect, for life...

Wednesday, August 13, 2008

KRITERIA


Bagaimana aku mau percaya bahwa tersisa satu untuk aku yang bukan orang Padang, bukan orang Sunda, bukan orang Kupang, Batak, Minahasa, Menado, Ambon, bukan orang etnis-etnis yang dihindari orang tua karena mitos-mitos warisan leluhur dan nenek moyang kita yang seorang pelaut (tarik nafas) yang juga bukan beragama A atau beragama B atau beragama C atau beragama D, apalagi beragama F,G,H,I, dst di luar 5 agama yang diakui di Indonesia (tarik nafas) yang juga berusia lebih dari atau sama dengan 30 nda boleh kurang dan juga tidak memiliki kelainan ketertarikan gender dan belum punya istri atau simpanan dan mapan, sayang sama keluarga; dan punya komitmen...
Kriteria orangtuaku banyak...
Kriteriaku cuma yang huruf kecil itu..
Tapi gimana bisa percaya, kalo pria-pria terdekatku saja menunjukkan sebaliknya...

Susah percaya tapi masih coba percaya, ada satu yang tersisa.

Friday, July 11, 2008

DDDDD... D... DO YOU DO YOU WANNA? (Franz Ferdinand, 2003)


Bekerja di sebuah radio dengan segmentasi perempuan membuat perempuan setomboi & sefeminis apapun nggak akan bisa berkilah dari naluri keibuan yang tiba-tiba muncul. Gimana nggak kalo setiap mempersiapkan materi selalu berhubungan dengan brand platform ibu muda bahagia? Dan percaya atau nggak, mahluk-mahluk cantik, wangi, bersuamikan lelaki kaya dengan anak yang punya wajah keturunan kaukasia (walaupun papa mamanya nggak ada keturunan bulenya) dan bahagia; benar-benar ada.

Rasanya beberapa tahun yang lalu aku masih kekeuh mau membangun karir. Menikah & punya anak mungkin prioritas ke sekian dalam daftar resolusi. Tapi, sering berinteraksi dengan manusia-manusia cantik ini dan para malaikat ciliknya... Doa ikut dipanjatkan 5X sehari (kalau pas nggak bolong sholatnya) meminta diterangkan jalan menuju hidup yang serupa.

Bayangkan.

Si kecil menatap dengan mata bening dan polosnya. Tawanya bisa meriangkan hati sesuntuk apapun akibat deadline yang jatuhnya udah M minus, bukan H minus lagi. Pertanyaan-pertanyaan lugunya. Gambar-gambar asalnya. Pernah dia bilang, "Ini kan gambar Tante... Lihat, aku kan bikin gambat Tante!". Begitu aku lihat, gambarnya lebih mirip ikan lagi kayang . Belum lagi rasa senang begitu dia betah bermain di ruanganku dan membuat pekerjaanku terbengkalai (karena dia kekeuh mau main lompat-lompatan sama tantenya ini di sofa).

Kebayang juga sih, kalo yang tadi aku ceritakan, itu cuma bagian menyenangkannya. Belum pernah kan, kebangun tengah malem hanya karena diminta anterin pipis. Atau ngerengek minta mainan dan kalo nggak dikasih ngejerit sampe 8 oktaf? Atau ngambek nggak mau makan? Atau nggak mau tidur? Atau tiba-tiba berkata-kata kasar? Belum lagi sedihnya kalo dia sakit? Kalo dia jatuh dari kursinya? Kalo dia diculik?!?!?! Oh, tidak!!!

Tapi tetap, aku ingin. Entah karena pengaruh pekerjaan, beranjaknya usia, hormon, atau semua perempuan punya keinginan sama?

Do you wanna be a mother?

Because I do.




Wednesday, April 23, 2008

NO MORE I LOVE YOU


Pernahkah kamu mengira bahwa kamu sudah menemukan seseorang seperti tidak ada yang lebih tepat lagi seperti terasa sangat benar seperti begitu melengkapi seperti terasa nyaman seperti separuh jiwamu yang hilang sudah kau temukan?

Tapi pernahkah kemudian kamu merasa bukan dia seperti cinta hilang begitu saja seperti begitu banyak pertengkaran, ketidakcocokan; seperti tidak ada lagi ingin bertemu, seperti tak ada lagi rasa perlu; bahkan kamu merasa lebih baik sendiri dulu daripada bersama orang yang tak mengerti kamu?

Nggak sangka bisa berhenti cinta
Nggak sangka ternyata bukan dia
Nggak sangka, perasaan ini hilang begitu saja
Tanpa alasan, tanpa ada apa-apa
Hanya saja memang bukan lagi dia
That language's just leaving me...

Thursday, April 3, 2008

FOR MACKIE, SOMEWHERE OUT THERE


My Dearest Mackie*...

You're still there, aren't you? You're in a save place, aren't you?
Miss you lots already. Promise me I'll meet you again, Mac...
'Cos I'm getting used to with you in my life...
I know it's the best for us...

Promise me you'll be fine...
I promise you too that I will...
May God Allows us to get back together again...

Mackie, tell me when you get this, okay?


Miss you.
*Don't get me wrong with this name, okey?

SINKING AND RAISED AGAIN


This feeling...


I kinda remember this awkward feeling. Something is missing from my life. Still I can smile, I can laugh. But believe me, it's terrible inside. Untold.

God, i own nothing. It's all Yours.
You Can Take everything You Want from me.
What I need to do is learning.
Thanks a lot You still Believe to choose me. To Raise my grade...

Monday, March 31, 2008

MORNING WISH LIST


My morning wishes for April:

1. Jalanan lancar dan semua lampu adalah hijau
2. I will meet my future husband, TODAY!
3. It'll be fun at work
4. I will finish my works for today (nggak ada yang dibawa pulang)
5. Dapet pujian (apapun)

Banyak ya? Hehehe...

Nggak masalah! All you have to do is just asking. And you'll be surprise that God always spend a little time on you...


HEART BREAKER


How can you be that mean to me?

You make me cry again yesterday! And I couldn't take it anymore! It hits to my limit!

Aku nggak nyangka.
Cinta yang aku rasakan dulu kepadamu, begitu kuatnya. Sampai aku bertengkar terus dengan Papa. Kamu ingat kan, waktu aku terus-terusan membelamu? Aku adalah anak yang keras kepala dan sulit diatur saat itu. Aku bersikeras meyakinkan beliau bahwa pilihanku tidak akan salah. Aku mencintaimu, Sayang...

Sampai akhirnya perlahan-lahan aku berhasil membuktikan, aku bisa menjalaninya bersamamu. Papa pun mulai ramah kepadamu, menerimamu. Papa bahkan mulai memberi masukan kepadaku tentang hubungan kita. Tertutama jika aku dan kamu punya masalah.

Tapi aku nggak pernah menduga kalau perasaanku padamu bisa juga luntur. Segala rintangan & cobaan ini akhirnya meluruhkan sedikit demi sedikit cinta itu. Aku mulai melirik yang lain. Aku ingin mencoba dengan yang lain; yang lebih mengerti aku, tidak menuntut kesempurnaanku, yang paham bahwa aku cinta dan akan melakukan segala yang aku bisa; tetapi akan mengerti batasnya jika aku sudah tidak mampu lagi memberi lebih...

Maafkan, but it's too much, Baby...

Apa yang aku korbankan untukmu tidak lagi memberikan kebahagiaan seperti sebelumnya. Seperti seharusnya jika cinta itu ada.

Sekuat-kuatnya, aku tetap manusia yang ingin juga dicintai... Kalau aku sudah berkorban begini banyak tapi kamu tetap tidak peduli, apakah aku harus tetap bertahan di sini?

Sebelum rasa sakit ini membuat cintaku menjadi benci, menjadi dendam dan merusak segalanya, ijinkan aku menyudahi semua ini.

Tapi, tenang saja. Aku akan berpikir ulang ribuan kali. Karena sesungguhnya rasa sayang itu tetap ada. You're my desire. You're my life... It's hard to leave; but I will if I have to...

Jika pada saatnya nanti, aku harap tidak ada yang tersakiti. Aku harap akan menjadi indah bagi aku, kamu, dan semua...


P.S.

Percayalah, kamu akan dapat penggantiku dengan cepat. Orang yang lebih tough, lebih berani, dan cinta padamu lebih dari aku...
Karena kamu adalah pekerjaan yang paling menyenangkan, paling membanggakan dan paling diingini oleh siapapun di dunia ini...

Okay?


Monday, March 24, 2008

INSOMNIAC


Aku siap tidur.

Hmmm, yang aku butuhkan saat ini hanyalah memasang timer. Timer, bukan alarm!

Aku set. Hmmmm... Mau bangun jam berapa ya besok? Setengah enam? Jam lima? Beressss!

Selain itu, yang aku butuhkan adalah menekan tombol inactive. Beruntungnya sekarang, ada aplikasi ini... Dengan begitu, kita bisa tidur nyenyak dan bangun pagi dalam kondisi segar.
Kalau dulu kita harus repot-repot olahraga teratur, minum susu hangat, minum obat, yoga sampai akupuntur; sekarang? Just push the button. Automatically, the brain will be inactive alias nggak bekerja.
Untuuuung... untung untung untuuuung... Aku sudah meng-up grade kepalaku dengan menambah 2 aplikasi Timer & Brain Button ini.
Nggak susah kok! Cari softwarenya (bajakan juga udah ada); trus, tinggal nambahin 2 USB deh! Satu di tengkuk (leher belakang) dan satunya lagi di belakang telinga.
Hhhhh... *exhaling & smiling*
Tidur nyenyak, bukan lagi impian... (pernyataan yang aneh... coba pikirkan...)

Yesss, this will be the life of 2030.

Maybe?

Hope sooner...

'Cos I'm trapped being insomniac

Monday, August 27, 2007

DEEP BREATHING OF THE WHEN-WE-QUESTIONS


*Exhale*
Capek kerja

*Inhale*
*Exhale*

Capek ber-what-if

*Inhale*
Ca

*Exhale*
Pek ngarep


hehehehe, ujungnya curhat...


Ketika kita merasa ada yang lain antara kita dan seseorang, salah kitakah? Ketika kita ingin dia ada, selalu bisakah? Ketika kita sadar dia tak ada, salah diakah? Ketika kita ingin dia tahu, lebih baik jangankah? Ketika kita mulai tersiksa, harus berhentikah? Ketika kita maksa berhenti, hanya pura-purakah? Ketika kita mencoba realistis, too much hard to yourself-kah? Ketika kita tak ingin kehilangan, harus bagaimanakah? Ketika kita tahu mana yang terbaik tapi kita ingin apa yang kita mau, pilih yang manakah?

The same love pattern
Can't you just be more careful with your heart?



*Exhale*
Kesalahan masa lalu

*Inhale*
*Exhale*

Mengulanginya

*Inhale*
Kele

*Exhale*
Dai-kah?

PEKERJAAN INIH




Aku lapar.


Makan apa ya malem ini?


Tapi nggak ada makanan yang menarik untuk malam ini. Padahal aku laper banget!




Pekerjaan inihhhhhhhh! *Membanting mouse, membunuh semut yang melintas, mengacak kertas-kertas di meja, kemudian menyesal karena menyenggol gelas dan tumpah*




Kemarin Pinky berkomentar sambil tetap nggak memalingkan mata dari MacBook-nya, "Kayaknya udah mulai nggak punya kehidupan nih, Ibu ini!"


Gara-garanya, aku teteeeeeup masuk kantor walaupun hari itu adalah Minggu.




Oh, God, oh, Boy, oh, no!!!!




Apakah akan hanya saat ini menjelang hectic-nya Ramadhan? Apakah akan berangsur-angsur menjadi sebuah kenyataan yang harus aku terima, membeku/ membusuk/ menggendut/ menjadi menyebalkan/ mengendur pipiku/ berkeriput/ menjadi feminis/ membenci pesta perkawinan/ menolak ikut nomat, di pojok ruangan ini?




Tidaks!!!




Tapi bagaimana?


Ketimbang pulang dan tetep mikirin kerjaan dan ujung-ujungnya nggak bisa tidur juga? Bukannya lebih baik mencicil menyelesaikan semua pekerjaan ini?




Pekerjaan inihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh! *Memencet tuts huruf h dengan keras*


Kenapa terperangkap cinta dengan pekerjaan inihhhh? Kenapa aku nggak memilih untuk menjadi pegawai bank, akuntan, sekretaris, pengacara, atau polisi? Pekerjaan yang wajar-wajar ajalah! Pekerjaan yang ikut meratifikasi perlindungan hak asasi manusia?




Apakah yang kucari selama ini?


Tunggu! Mari kita belajar dari sebuah film, "Notebook". Listen to 'what you want' not 'what you need'. 'What you want' adalah yang seharusnya menjadi tujuan hidup manusia. Sementara 'what you need', biarlah Tuhan yang menyelesaikan. (Dua kalimat terakhir bukanlah message dari film "Notebook", hanya sekedar pendapat pribadi penulis).




Hmmmmmmm.... Yang aku inginkan adalah.... Yang aku inginkan adalah....


Pekerjaan yang tidak menggunakan seragam.


Berarti polisi dan pegawai bank, coret dong?




Terusssss, yang kuinginkan adalah... apa yahhh....?


Aku ingin pekerjaan yang tidak membosankan. Bervariasi jenis pekerjaannya. Nggak cuma ngetik atau ngitung.


Berarti sekretaris dan akuntan coret juga dong?




Yang bersisa adalah pengacara.


Tapi aku nggak suka menyerang, menghakimi, dan menyakiti perasaan orang lain, apalagi membuat seseorang dipenjara! Wah, itu sepertinya bukan tugasku! Yeah, walaupun keras kepala dan like-arguing-lots-ku bisa mendukung banyak kalo aku jadi pengacara.




Guru!


Tapi guru pake seragam...


Pramugari juga.


Pemain bola juga.




Satu-satunya jalan adalah...


Aku bisa menjadi peragawati atau foto model! Atau aktris dan bintang iklan!


Hehehehehhehehe.....


Nggak pake seragam kan? Kerjanya nggak membosankan juga. Ketemu dengan orang-orang baru setiap hari. Bayaran oke. Nggak perlu menyakiti hati orang lagi!




M.a.s.a.l.a.h.n.y.a.a.a.a.a.a.a....


Siapa yang mau make gueeeee? Tinggi aja pas-pasan 160.


Hehehehe....




Lho? Kita kan lagi bicarakan 'apa yang aku mau'.


Terserah dong?!?!?!




Tampaknya aku sudah mulai gila. Dari berpikir mau makan apa malam ini, tapi aku malah menghabis-habiskan waktu dengan menulis postingan ini.


Hhhhhhhhhhhh..........


Pekerjaan inihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!! *Memejamkan mata rapat-rapat sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan kuat*




Tetap... Tetaplah berpikir... Fokus.... Tetaplah berpikir.... It'll bring you something...BIG.


BIG trouble! Hahahaha!


Just kidding :D




Keep fighting, Baby...


If they don't love you that much, God Loves you and... yourself loves you tooo... She won't let you sink in misery...


Hehehehe...




Udah, ah! Pulang dulu! Udah mulai gila nih!






Friday, August 24, 2007

LOVE



Easily comes only by one hug Simply disturbing me by bunch of cares Always can't stand of beautiful eyes Always stay in the same pond The savest one, friendship kind I'm flying high of this touch of intimate Overwhelmed in affection Deeply drowned in no direction Daydreaming everyday Keep in what- if-things Cannot sleep cannot eat cannot think Cannot stay in awareness Cannot stop this anxious Always worrying for one way love Afraid of endless hopes Dear God just let me know But don't make him know Unless the answer is Yes I love you too by the habit we share through


Sunday, June 24, 2007

WILL YOU MARRY ME?

Those were words i supposed to tell you that night. Before, that baby-in-bigger-body made me upset with his attitude.
Yahhh, gagal lagi deh acara melamar gw.
Padahal kemampuan gw mem-propose lelaki yang gw anggap "the one" selama ini hanya muncul di saat-saat gw depressed, nekat, ... dan kemudian melakukan hal-hal bodoh.
Dan untuk dapet moment itu lagi, gw harus menunggu sampai waktu yang nggak tentu.

Gw tahu kalimat itu nggak akan datang buat gw dari dia.
Mungkin dari orang lain, tapi, nggak dari dia.
Gw tahu dia sebenarnya mau, tapi, di hanya nggak bisa.
Atau mungkin cuma nggak berani?
Makanya, biarlah gw meringankan bebannya dengan mengambil bagian yang jadi tugas dia.

Uuuuugh, kapan gw dapat kesempatan lagi untuk ngajak dia tua bersama ya?
*sounds weird in bahasa, doesn't it?*

UPSET ME


Aku lelah.

Rasanya pingin banget give up.

Pingin banget nyerah.

Rasanya seperti sudah membentur dinding. Apa yang harus gw lakukan kalau sudah begini?


Gw ingin sekali bekerja dalam sebuah team. Gw gak mau sekedar menyuruh.

Tapi sepertinya sulit aja untuk berkata, "This is my way. If you're not in, just get out!"

Yeah, karena gw memang bukan orang seperti itu.


But frankly, I need to act such a bit*h.

And they ask me for that.

You'll see, I'm not a girl that doesn't get the office corner!

Huh!

Friday, May 11, 2007

MENURUT LOOO, JUDUL POSTING YG TEPAT APA YAAAAK?



Aku nggak boleh mengeluh ya?

nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolemengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggabolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggekbolahmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakboleh mengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.nggakbolehmengeluh.

ANOTHER LOVER IN OUR HEART Pt. 2




Nggak kebayang deh, akan seperti apa dan ada dimana gw sekarang kalau aja waktu itu bokap membiarkan gw pergi.

Yahhh, saat itu memang udah mencapai puncak keterkekangan gw banget, makanya gw udah nggak bisa memendam lebih lama lagi. Tapi, toh setelah kejadian itu pola lama kembali berlaku, yaitu gw sebagai anak tetep ada di posisi marginal. Sebagai anak, pilihannya nggak banyak. Seperti nyokap gw bilang, “Kamu kan nggak ujug-ujug pinter sendiri, ada yang ngajarin kamu, nyekolahin kamu...”

Rasanya pingin banget pada saat itu gw bilang, “And so? Mentang-mentang kalian orang tua, jadi kalian boleh berbuat apa aja atas hidup gw? Terus, kalian pastI selalu bener, gitu?”

Tapi, ya, sekali lagi... Dia adalah orang tua, dan kita adalah anak. And it's a big NO NO for the attitude!

Kalo dipikir-pikir, selain sebagai anak, kita kan juga hidup sebagai indivdu yang merdeka ya? Maksud gw, di suatu titik hidup kita akan bercabang dua, dan dua-duanya kemudian berjalan secara paralel.
Kenapa kita nggak kaya orang bule sih, dimana pas usia 18, kita diasumsiin udah sampai di titik percabangan itu. Terserah mau kemana dan mau ngapain, dengan berbekal ilmu dididikan ortu, harapannya sih jalan yang kita ambil bener.
Kewajiban orang tua selesai.
Ya, kalo mereka harus membesarkan dan mendidik kita sehingga kita nggak gede sendiri adalah kewajiban dan tanggung jawab beliau sebagai konsekuensi punya anak. Kalo ngerasa terbebani, kenapa dulu mutusin punya anak?
Karena, kok kayaknya nggak adil ya, kalo mereka ngungkit-ngungkit hal ini setiap ada konflik sama anak. Kalo soal ngebesarin dan ngeluarin biaya sih, ya anak nggak bisa ngapa-ngapain dengan itu! Kan bukan mau dia terlahir di dunia?

Balik lagi soal titik percabangan hidup, akan keliatan tuh hasil didikan berhasil atau nggak. Kalo si ortu ngedidik bener, percaya deh, si anak nggak bakalan neko-neko dan akan ngambil jalan hidup yang aman-aman aja.

... To be continued